Aplikasi Rekomendasi Bercocok Tanam Menang Lomba di Bandung

Bandung – Tiga mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta berhasil menjuarai Hackathon 2019: HACKBDGWEATHER, di Bandung, lewat aplikasi rekomendasi bercocok tanam.

Tergabung dalam tim Permanentbeta Dev, ketiga mahasiswa itu berhasil menyingkirkan lima belas peserta lainnya melalui aplikasi yang mereka buat dan namakan SeedPlan.

“Jadi aplikasi yang dibuat, aplikasi yang bisa memapping tanaman yang cocok untuk (ditanam) wilayah tertentu,” kata Riski Midi Wardana (19), saat ditemui di Block71, Kota Bandung,


Riski menjelaskan, ide awal pembuatan aplikasi ini adalah untuk memudahkan akses informasi bagi warga mengenai karakteristik wilayahnya. Melalui aplikasi ini warga khususnya para petani bisa dengan mudah mengetahui tanaman apa yang cocok untuk dikembangkan.

Menurutnya, aplikasi ini juga bisa sejalan dengan program pemerintah yang ingin mengembangkan desa digital. “Sebenarnya ini lebih ke informasi. Namanya informasi itu maha. Apalagi bisa edukasi desa, itu sejalur dengan keinginan pemerintah smart vilage.”

Selain memberi rekomendasi, dalam aplikasi SeedPlan ini juga disiapkan tempat untuk bertransaksi. Dengan demikian, petani dan pembeli bisa langsung bertransaksi melalui aplikasi yang dibuatnya ini.

Aplikasi Rekomendasi Bercocok Tanam Berjaya dalam Lomba di BandungFoto: Mochamad Solehudin/detikINET

“Selain rekomendasi soal tanaman yang cocok dari aplikasi ini tidak berhenti di situ. Tapi juga ada platform jual beli. Terus juga ada chating sistemnya juga,” katanya.

Dia mengaku, aplikasi yang dibuatnya ini masih belum sempurna karena saat ini baru diperuntukkan buat kebutuhan lomba. Di masa depan pihaknya berharap bisa lebih mengembangkan sistem ini agar benar-benar bisa aplikatif dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Rencananya aplikasi kita base on data. Data yang disediakan kan baru seputar Bandung kalau seluruh Indonesia bisa maping tanaman, wilayah tertentu cocoknya apa lebih kayak monitoring. Masih butuh banyak riset supaya rekomendasinya enggak ngawur,” ujarnya.

Sementara juara dua di ajang ini ada tim NaviCuaca yang diisi oleh Mahisa Ajy Kusuma, Rif’at Darajat, dan Suci Angraeni, yang membuat aplikasi dengan menggabungkan google map dengan cuaca. Posisi ketiga diraih NiteLogin dengan anggota tim Antonius Yonanda Chrisma Nugraha, Aditya Laksana Suswandi, dan Faturahman Yudanto yang membuat aplikasi perencanaan penanaman.

Hackathon 2019: HACKBDGWEATHER sendiri digelar oleh PT Cyberindo Aditama (CBN) bersama dengan PT Mega Akses Persada (FiberStar). Acara ini diselenggarakan sebagai upaya untuk mengembangkan teknologi IP (data) weather melalui kreativitas para developer muda Indonesia.

Melalui kompetisi ini, para peserta ditantang untuk berinovasi menciptakan ide-ide berbasis teknologi informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang membutuhkan data cuaca, yang tentunya dapat dikembangkan untuk kebutuhan masyarakat.

“Kota pintar maupun desa pintar memerlukan partisipasi dan keterlibatan masyarakat dengan adanya kompetisi Hackathon 2019: HACKBDGWEATHER, kami bisa memberikan percontohan ke kota atau desa tentang mengimpun keterlibatan masyarakat dan mendidik serta memupuk munculnya penemu-penemu muda untuk penduli akan kota/desa dan masyarakat,” kata Chief Operating Officer CBN Marcelus Ardiwinata.

(krs/rns)