Apple Mau Pangkas Harga iPhone di Beberapa Wilayah

Jakarta – Baru-baru ini, Apple mengumumkan bahwa pendapatan mereka dari iPhone pada Kuartal I tahun fiskal 2019 (periode tiga bulan dimulai dari 30 September 2018) mereka berada di angka USD 51,9 miliar. Bukan catatan yang menggembirakan, mengingat angkanya turun sebesar 15% dari periode yang sama di tahun fiskal sebelumnya.

Terkait dengan hal tersebut, CEO Apple Tim Cook mengatakan bahwa pihaknya tengah memikirkan bagaimana memasang harga yang baik bagi iPhone. Hal tersebut lantaran mereka mematok banderolnya menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat. Hal itu membuat perangkat iPhone di beberapa wilayah negara tertentu jadi lebih mahal akibat fluktuasi dolar terhadap mata uang negara setempat.

“Di pasar dengan mata uang yang melemah terhadap dolar (Amerika Serikat) selama setahun terakhir, peningkatan harga iPhone tampak sangat jelas lebih terasa,” ujar Tim.

“Dan dengan kami mulai melangkah di Januari dan menilai kondisi makroekonomi di pasar-pasar tersebut, kami memutuskan untuk kembali lebih menyetarakan (harga iPhone) dengan harga di pasar lokal kami (Amerika Serikat) dengan harapan untuk mendorong penjualan di area tersebut,” tuturnya.

Ini mungkin bisa jadi kabar baik bagi Indonesia. Pasalnya, dalam setahun belakangan, mata uang dollar AS memang menguat terhadap Rupiah. Pada 30 Januari 2018 silam, USD 1 setara dengan Rp 13.421. Sedangkan hari ini, 30 Januari 2019, 1 dollar AS terpantau berada di kisaran Rp 14.100.

(mon/krs)