Asal-usul Sistem Kerja ‘996’ yang Kontroversial

Jakarta – Pendiri Alibaba, Jack Ma mendadak menjadi pusat perhatian karena membela sistem kerja ‘996’ yang kontroversial. Sistem kerja ini populer di kalangan perusahaan teknologi asal China dan menandakan pegawai bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam selama 6 hari seminggu.

Sistem kerja ini ditengarai membuat banyak karyawan tertekan karena kurang libur dan banyak pula tidak mendapatkan kompensasi pantas. Tapi ternyata sistem ini tidak bermula di China.

Walaupun tidak mengusung nama yang sama, sistem kerja hingga belasan jam dalam sehari ini dimulai di Silicon Valley, AS saat internet baru saja meledak pada tahun 1990-an. Pegawai yang bekerja di startup teknologi harus bekerja hingga belasan jam untuk menjaga perusahaan mereka tetap berdiri dan beroperasi.

Ketika sektor teknologi dan startup di China mulai berkembang pada awal 2000-an, banyak perusahaan yang meminta pegawainya untuk bekerja sepanjang waktu. Hal ini pun berhasil mendorong perusahaan-perusahaan tersebut untuk menjadi salah satu yang terbesar di China, misalnya seperti Tencent.

“Dalam 10 atau 15 tahun terakhir, budaya kerja menjadi sangat intens,” kata pemodal ventura, William Bao Bean seperti dikutip detikINET dari BBC, Sabtu (13/4/2019).

Pegawai tidak hanya harus bekerja selama belasan jam, mereka juga tidak menerima uang lembur. Karena perusahaan teknologi termasuk yang pertama menerapkan sistem ini dan mereka berhasil menjadi salah satu yang terbesar di China, perusahaan di sektor lain pun mengadopsi sistem ini.

Sistem ini pun akhirnya dianggap normal, hingga akhirnya muncul istilah 996. Tapi Bao Bean mengatakan bahwa adanya istilah ini dan semakin banyaknya orang yang membicarakan tentang sistem ini menandakan perilaku di dunia kerja akan sedikit berubah.

Bao Bean juga menambahkan bahwa perusahaan juga masih menemukan pegawai yang dengan senang hati bekerja 12 jam sehari. Asalkan perusahaan tersebut termasuk perusahaan yang prestisius dan menawarkan kompensasi yang menarik.

Beberapa perusahaan yang menerapkan sistem 996 memang termasuk nama-nama besar, seperti Alibaba, JD.com, Huawei, dan Bytedance yang merupakan induk TikTok.

“China telah pindah dari masyarakat yang diberi tahu apa yang harus dilakukan, menjadi masyarakat yang melakukan apa yang diinginkannya, dan itu juga sepertinya hal yang terkait dengan milenial,” pungkas Bao Bean. (vim/vim)