Awas! Malas Update Aplikasi Bikin PC Rentan Diretas

Jakarta – Dibanding Android atau iOS yang aplikasinya mudah di-update, aplikasi PC terbilang sulit untuk diperbarui. Padahal, hal ini bisa membuat PC rentan diretas.

Laporan Tren PC Avast 2018 menyebut kerentanan perangkat dan data pengguna terhadap peretas disebabkan oleh kesalahan pribadi karena tidak menambahkan keamanan dan menyimpan aplikasi popular yang usang di PC mereka.

Pembaruan aplikasi yang paling sering diabaikan oleh pengguna antara lain pembaruan aplikasi Adobe Shockwave (96%), VLC Media Player (94%) dan Skype (94%).


Laporan yang memanfaatkan data anonim dan teragregasi dari 163 juta perangkat di seluruh dunia, juga menemukan bahwa sebanyak 40% pengguna PC di seluruh dunia menggunakan Windows 10, dan akan dengan cepat menyusul 43% pengguna PC yang menggunakan Windows 7.

Menjalankan sistem operasi yang kadaluarsa tersebut membuat software PC mereka berada pada risiko kerentanan dan masalah keamanan signifikan lainnya.

“Sebagian besar dari kita mengganti smartphone secara teratur setiap tahunnya, tetapi hal yang sama tidak dilakukan untuk PC kita. Dengan usia rata-rata PC yang mencapai enam tahun, kita perlu melakukan usaha yang lebih untuk memastikan PC kita tidak berada pada risiko yang tidak diinginkan,” kata Ondrej Vlcek, Presiden, Avast dalam keterangan pers yang diterima detikINET.

“Dengan perawatan yang tepat, seperti membersihkan bagian dalam perangkat keras kita dengan menggunakan pembersih, pengoptimalan, dan produk keamanan, PC kita akan lebih aman dan handal bahkan untuk waktu yang lebih lama,” tambahnya.

Pergeseran ke PC seluler ini juga tercermin dalam sebagian besar aplikasi yang diinstal. Google Chrome melonjak ke urutan teratas pada 2018, meningkatkan pangsa instalasinya dari 79% menjadi 91% dalam 12 bulan terakhir.

Adobe Acrobat Reader (60%) masuk sebagai yang paling populer kedua, diikuti oleh WinRAR (48%), Microsoft Office (45%), dan Mozilla Firefox (42%). Meskipun aplikasi keempat yang paling banyak digunakan di dunia adalah Microsoft Office juga merupakan salah satu aplikasi yang paling ketinggalan zaman.

(asj/krs)