Begini Jadinya jika Tikus Dibawa ke Stasiun Luar Angkasa

Jakarta – Sebagai laboratorium luar angkasa, Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) menjadi tempat beragam penelitian yang dilakukan para astronot yang tinggal di sana.

Salah satunya adalah penelitian Rodent Hardware System, yang melibatkan tikus-tikus kecil dalam modul habitat khusus. Binatang pengerat ini menjadi objek uji coba NASA untuk melihat bagaimana perilaku mereka ketika berada dalam kondisi gravitasi mikro.

Saat baru tiba di ISS, tikus-tikus ini disebut terlihat kebingungan dan merasa tidak nyaman dengan lingkungan barunya. Mereka terlihat berusaha keras untuk beradaptasi dengan kondisi gravitasi mikro.

Walaupun sedikit tidak nyaman, mereka tidak terlihat sakit atau stress. Tikus-tikus ini tetap menunjukkan perilaku yang sama dengan ketika mereka di Bumi, termasuk makan dan membersihkan diri mereka dengan normal.

Pada hari ke-11, tikus-tikus ini malah terlihat senang dengan kondisi yang minim gravitasi. Malah dua di antara tikus tersebut terlihat berlarian mengelilingi dinding habitat mereka, seperti roda hamster raksasa.

[Gambas:Youtube]

Mengingat tikus dan manusia memiliki kesamaan biologis, penelitian ini juga akan memberi titik terang terhadap efek gravitasi mikro terhadap astronot yang akan melakukan misi jangka panjang menuju Bulan dan Mars.

“Perilaku adalah representasi luar biasa dari biologi seluruh organisme,” kata peneliti Ames Research Center NASA, April Ronca seperti dikutip detikINET dari CNET, Rabu (17/4/2019).

“Ini memberi kami informasi mengenai keseluruhan fungsi kesehatan dan otak,” pungkasnya.

(vim/krs)