China Sukses Bongkar Misteri Lain di Sisi Terjauh Bulan

Jakarta – Setelah sukses menguak penampakan sisi terjauh Bulan untuk pertama kalinya, Chang’e 4, wahana antariksa China, kembali membongkar rahasia lain yang dimiliki oleh satelit alami Bumi tersebut. Hal ini diketahui dari temuannya di salah satu kawah terbesar Bulan, yaitu Kutub Selatan-Aitken.

Dengan menggunakan rover Yutu-2, Change’e 4 berhasil mendapatkan sampel yang berguna untuk mengetahui komposisi dari mantel Bulan. Patut diketahui, satelit alami Bumi itu terdiri dari inti, mantel, dan kerak, sama seperti Planet Biru ini.

Walau kerak Bulan sudah diketahui terbuat dari plagioklas, atau aluminium silikat, komposisi dari mantelnya masih belum diketahui. Misteri ini yang akhirnya dipecahkan oleh wahana antariksa China tersebut.

Bagian-bagian Bulan.Bagian-bagian Bulan. Foto: NASA

Jadi, tanah Bulan yang dibawa oleh Yutu-2 menunjukkan pola pemantulan cahaya yang menunjukkan adanya piroksen dan olivin (magnesium-besi silikat) tinggi kalsium dengan kadar besar. Dua mineral tersebut sendiri memang telah lama diprediksi sebagai material pembentuk mantel Bulan.

Olivin, yang terdapat dalam jumlah besar di mantel Bumi, sebelumnya sangat sulit ditemukan di permukaan Bulan. Hal tersebut diungkapkan oleh Chunlai Li dari National Astronomical Observatories di Chinese Academy of Sciences yang memimpin penelitian ini.

Temuan ini membuat para ilmuwan memprediksi bahwa Bulan terbentuk ketika tumbukkan besar terjadi di Bumi pada masa-masa awalnya dan melontarkan sejumlah material. Pada masa-masa awal Bulan, permukaan satelit alami Bumi tersebut diperkirakan seperti lautan lelehan magma.

Di lautan tersebut, mineral-mineral di dalamnya terbagi atas kepadatannya. Mineral yang kepadatannya rendah naik ke atas membentuk kerak, dan yang lebih padat tenggelam menjadi mantel.

Dipilihnya kawah Kutub Selatan-Aitken untuk mengambil tanah tersebut didasari oleh tumbukkan yang menghasilkan kawah tersebut diperkirakan cukup besar dalam menerobos ke mantel Bulan dan memuntahkan sejumlah mineral di dalamnya ke permukaan. Sekadar info, diameternya mencapai 2.500 km dengan kedalaman 13 km.

Ke depannya, Li bersama koleganya akan menganalisis distribusi dari olivin untuk memahami lebih lanjut geologi dari Bulan. Eksplorasi lebih lanjut pun juga disebut perlu dilakukan sebagai bentuk validasi, termasuk di dalamnya mengumpulkan lebih banyak sampel. (mon/fyk)