Evercoss Siap-siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

JakartaEvercoss ternyata sudah menyiapkan diri untuk revolusi industri 4.0 yang saat ini sering menjadi bahan pembicaraan. Seperti apa langkah-langkahnya?

Salah satu persiapan Evercoss itu adalah meluncurkan program DNA Inisiatif, yang menjalin kerja sama dengan pemerintah dan banyak sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi revolusi industri 4.0.

Evercoss, dalam keterangan yang diterima detikINET, mengklaim kalau mereka satu-satunya pemain di industri telekomunikasi perangkat keras yang mau dan aktif menjalankan serta mengembangkan program pendidikan industri ke sekolah-sekolah.

Program DNA Inisiatif ini dianggap sejalan dengan program nasional pemerintah setelah peluncuran Program Vokasi Pendidikan Industri yang digerakkan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

“Kami sangat mendukung program Menperin, dan sekaligus membuktikan bahwa kami (Evercoss) konsisten dalam pembangunan SDM melalui DNA Inisiatif yang telah kami gagas sejak tahun 2013.” Ucap Ada Irwan, General Manager PT. Evercoss Teknologi Indonesia.

Sebelumnya program DNA Inisiatif yang digagas oleh Evercoss telah mendapatkan kesepakatan kerjasama melalui Direktorat Pembinaan SMK, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pada awal program ini dimulai, ada 270 SMK yang dibina oleh DNA Inisiatif.

Adapun program2 DNA Inisatif seperti melakukan training of trainer (TOT) guru SMK di zona tertentu dengan trainer dari prinsipal. Program ini nantinya akan memberikan sertifikasi kepada SMK yang telah bergabung dan mengembangkan kurikulum berbasis DNA Inisiatif berstandar industri.

Sertifikasi juga akan diberikan kepada pengajar dan pelajar /I yang menyatakan bahwa mereka memiliki kompetensi di bidang mobile device. Selain itu juga ada program praktek kerja langsung di Evercoss.

Inisiatif telah ini diuji cobakan di sejumlah SMK yang dipelopori oleh SMK Umar Fattah, Rembang, sampai melahirkan program DNA Inisiatif yang selaras dengan tujuan pendidikan kejuruan Indonesia.

SMK-SMK lainnya yang juga menjadi pionir dalam gerakan ini adalah SMK Hasan Kafrawi, Jepara, Jateng. SMK Muhammadiyah 1, Kendal, Jateng. SMK Muhammadiyah 5, Demak, Jateng., SMK NU Maa’rif, Kudus, Jateng dan SMKN 2, Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar. (asj/asj)