Galaxy S10 Jadi Juru Selamat Samsung di China?

Jakarta – Kehadiran Galaxy S10 ternyata berdampak positif bagi posisi Samsung di pasar smartphone China. Padahal sebelumnya Samsung selalu dikalahkan oleh vendor lokal, bahkan Apple, dan hanya memiliki pangsa pasar sebesar 1% pada tahun 2018.

Penjualan Galaxy S10 di China disebut mengalahkan Galaxy S9 dalam periode waktu yang sama. Dilansir detikINET dari GSM Arena, Sabtu (23/3/2019) penjualan Galaxy S10 mencapai 500.000 unit, sekitar dua kali lipat dari penjualan Galaxy S9, dalam dua minggu sejak peluncuran.

Dari hasil penjualan ini, pangsa pasar Samsung pun meningkat hampir empat kali lipat. Sebelumnya pada bulan Januari 2019, pangsa pasar mereka hanya sebesar 1%. Tapi pada minggu pertama bulan Maret, pangsa pasar Samsung di China berkembang menjadi 3,6%.

CEO Samsung Electronics, DJ Koh saat berbicara di rapat pemegang saham mengatakan bahwa tidak hanya smartphone flagship yang berhasil mendorong Samsung di pasar China.

“Dua tahun terakhir di China sangat sulit. Kami telah mengubah semuanya dari organisasi dan orang-orang kami hingga jalur distribusi,” kata Koh.

“Saya pikir model flagship dan harga menengah kami, dua produk ini akan membawa banyak perubahan ke pasar China … Saya merasa positif,” sambungnya.

Samsung memang telah mengubah strategi mereka untuk pasar kelas menengah pada tahun lalu. Mereka bahkan menyelipkan fitur-fitur flagship lewat lini Galaxy A yang menyasar segmen menengah ke atas.

Perusahaan asal Korea Selatan ini juga mengandalkan produk-produk seperti ponsel layar lipat Galaxy Fold, Galaxy S10 5G dan teknologi premium lainnya untuk merebut pangsa pasar di China. Teknologi ini diperkirakan tidak akan bisa disamai oleh Apple hingga tahun 2020. (vim/fyk)