Go-Jek Mau Masuk Malaysia?

JakartaGo-Jek terus melebarkan sayap bisnis layanannya di Asia Tenggara. Yang terbaru, Go-Jek dikabarkan berminat untuk masuk ke Malaysia.

Sejak pengumuman go internasional pada pertengahan tahun lalu, Go-Jek akan menyambangi Thailand, Vietnam, Singapura, dan Filipina. Untuk nama negara yang disebut terakhir, kehadiran Go-Jek di sana terbentur regulasi.

Sampai saat ini, seperti yang disampaikan oleh Pendiri Go-Jek Kevin Aluwi, pihaknya terus melakukan pembahasan dengan otoritas setempat untuk mendapatkan izin layanan di Filipina.

“Kami sedang berbicara dengan semua lembaga pemerintah (Filipina-red) dan kami optimis akan segera berada di pasar,” ujar Aluwi dilansir dari Reuters, Selasa (29/1/2019).

Saat pembahasan tersebut berlangsung, Aluwi juga disebut mengindikasikan Go-Jek sedang menjajaki kemungkinan untuk memperluas layanan ke Malaysia.

Menurut laporan dari Google-Temasek, layanan ride hailing di Asia Tenggara diperkirakan bakal melonjak hingga hampir USD 30 miliar pada tahun 2025 dari USD 7,7 miliar pada tahun 2018.

Go-Jek juga dikabarkan tengah membuka pendanaan terbaru dengan membidik investasi sebesar USD 2 miliar. Ketiga perusahaan, yakni Google, Tencent, dan JD.com dilaporkan telah menanam investasi di Go-Jek sebesar USD 920 juta atau sekitar Rp 12,9 triliun (kurs USD 1 = RP 14.064).

Apabila investasi dari ketiga perusahaan ini disepakati, maka akan membuat valuasi Go-Jek mencapai USD 9,5 miliar atau setara Rp 133 triliun. Valuasi tersebut tentunya bisa mendekatkan Go-Jek sebagai startup pertama Indonesia yang menyabet ‘gelar’ decacorn, sebuah istilah perusahaan rintisan yang nilainya lebih dari USD 10 miliar.

(agt/krs)