Huawei Dicekal AS, Warga China Balas Boikot iPhone

Jakarta – Memanasnya hubungan AS dan China mencapai babak baru setelah Huawei dicekal oleh pemerintah AS. Netizen China pun menyerukan untuk memboikot iPhone sebagai bentuk balasan.

Pemerintah AS baru saja memasukkan Huawei dalam daftar hitam yang akan menyulitkan mereka untuk membeli peralatan buatan supplier asal AS. Sebelumnya presiden Donald Trump mengesahkan perintah eksekutif yang melarang perusahaan telekomunikasi AS untuk membeli peralatan dari perusahaan yang mengancam keamanan nasional.

Lewat media sosial Weibo, netizen China pun menyerukan untuk memboikot produk buatan Apple seperti iPhone dan menggantinya dengan smartphone buatan vendor lokal.

“Fungsi di (smartphone) Huawei dapat dibandingkan dengan Apple iPhone atau bahkan lebih baik. Kita memiliki smartphone alternatif yang bagus-bagus, kenapa kita masih menggunakan Apple?” tulis seorang netizen China seperti dikutip dari BuzzFeed News, Jumat (17/5/2019).

“Saya merasa bersalah melihat perang dagang. Saat saya sudah punya uang saya akan mengganti smartphone saya,” tulis seorang netizen yang mengunggah komentarnya menggunakan iPhone.

Beberapa netizen China menyerukan langkah yang lebih ekstrem, yaitu dengan memboikot produk telekomunikasi buatan AS lainnya. Salah satu perusahaan yang disasar adalah Qualcomm, produsen prosesor yang bermarkas di San Diego, AS.

“Trump tidak mengizinkan perusahaan untuk menggunakan Huawei, maka jangan gunakan Apple. Kita juga seharusnya tidak membeli smartphone yang menggunakan Qualcomm,” tulis seorang netizen.

Boikot ini tentu akan berdampak pada penjualan iPhone di China yang belakangan terus turun. Pada kuartal keempat tahun 2018, penjualan iPhone di China turun 20% year-on-year dan pangsa pasar mereka turun menjadi 11,5%.

Sedangkan penjualan Huawei meningkat 23% year-on-year dan mereka masih menjadi penguasa pasar smartphone di China dengan pangsa pasar sebesar 28% di kuartal keempat tahun 2018. (vim/fyk)