iPhone Kemahalan? Menurut CEO Apple Nggak Tuh

Jakarta – Dalam laporan keuangan terbaru, Apple mengumumkan pendapatannya dari penjualan iPhone merosot 15%. Walau tak disebutkan, sudah pasti unit iPhone yang terjual turun. Apakah penyebabnya menurut CEO Apple Tim Cook?

Cook mengamini bahwa saat ini, orang lebih lama memakai iPhone dan menunda upgrade. Itulah menurut dia alasan utama yang membuat pembelian iPhone baru tidak sebaik di masa silam.

“Daur upgrade menjadi lebih panjang. Tidak ada keraguan soal itu. Konsumen kami memakai iPhone sedikit lebih lama dari sebelumnya,” sebut Cook yang dikutip detikINET dari CRN.

Ia menolak anggapan harga iPhone baru terlalu mahal karena tak jauh beda dengan harga generasi sebelumnya. Cook menjelaskan iPhone XS dijual sama dengan iPhone X, iPhone XS Max di atasnya sedangkan harga jual iPhone XR berada di antara iPhone 8 dan iPhone 8 Plus.

“Sebenarnya hanya ada sedikit perbedaan harga di Amerika Serikat dibanding tahun lalu. Saya pikir harga memang jadi faktor, namun hanya jika dikaitkan dengan nilai tukar uang asing dan penurunan subsidi operator yang membuat harga iPhone lebih mahal bagi sebagian konsumen,” tutur dia.

Di kandang Amerika Serikat, strategi harga iPhone baru itu berhasil. Namun di pasar internasional, Apple agak kesulitan karena beberapa alasan seperti fluktuasi nilai tukar dolar. Maka Apple pun harus pandai-pandai menyesuaikan harga di berbagai negara.

Faktor lain yang mempengaruhi penjualan iPhone menurut Cook adalah berkurangnya subsidi iPhone oleh operator di beberapa pasar. Padahal subsidi tersebut dapat meringankan orang yang ingin membeli iPhone anyar.

Untuk menanggulangi menurunnya minat pada iPhone baru, Cook pun mengumbar beberapa strategi. “Kami melakukan beberapa tindakan termasuk tukar tambah dan pembayaran secara cicilan,” ujar pria berkacamata itu.

(fyk/krs)