Jack Ma Tak Masalah Tuai Kritikan, Ini Katanya

Jakarta – Kritikan berdatangan pada Jack Ma, sang pendiri Alibaba, terkait dukungannya pada sistem kerja 996. Ia menyatakan sudah memperkirakan komentarnya akan menuai banyak suara tidak sepakat.

“Seperti ekspektasiku, komentarku pada kalangan internal beberapa hari lalu tentang jadwal 996 menimbulkan debat dan kritik non stop,” sebut Ma yang dikutip detikINET dari Bloomberg.

“Aku memahami orang-orang itu dan aku bisa saja mengatakan sesuatu yang ‘benar’. Tapi kita tidak kekurangan orang yang mengatakan hal-hal ‘benar’ di dunia pada saat ini, apa yang kurang adalah kata-kata kebenaran yang membuat orang berpikir,” papar dia.

Seperti diberitakan, Jack Ma menilai bekerja keras adalah kunci untuk meraih kesuksesan sehingga dia termasuk pendukung sistem kerja 996.

“Secara pribadi, aku yakin adalah berkah jika bisa bekerja 996 karena banyak perusahaan dan individu yang ingin bekerja 996 tidak mendapatkan kesempatan itu,” kata dia dalam pernyataan terdahulu.

Ia juga meminta karyawan Alibaba siap bekerja seperti itu. “Mampu untuk bekerja 996 adalah kebahagiaan. Jika kalian mau gabung Alibaba, kalian perlu siap kerja 12 jam sehari, jika tidak buat apa bergabung,” tulis Ma di media sosial Weibo.

Belakangan, ia memberi penjelasan bahwa untuk kerja keras seperti itu, pegawai harus punya passion. “996 yang nyata harus menghabiskan waktu untuk belajar, berpikir dan mengembangkan diri. Orang yang mengikuti 996 harus menemukan passion di sana dan kebahagiaan mereka di samping uang,” tulisnya dalam komentar terbaru.

Jack Ma Tak Masalah Tuai Kritikan, Ini KatanyaJack Ma masa muda. Foto: istimewa

Sekelumit Kisah Hidup Jack Ma

Mungkin saja karena sisi pandang Jack Ma adalah dari kalangan pengusaha yang memulai semuanya dari nol, ia menuntut kerja keras. Ia pernah menceritakan kisah hidupnya yang berasal dari keluarga miskin serta sering ditolak masuk kerja.

Ma lahir di Hangzhou, Zhejiang, China pada 10 September 1964 atau 55 tahun lampau. Dia punya seorang kakak laki-laki dan adik perempuan. Ma tumbuh pada zaman China terisolasi karena komunisme dan keluarganya tak punya banyak uang.

Seperti kebanyakan orang tua di China, ayah ibu Ma mendidiknya dengan keras, tak jarang dengan pukulan. Tapi Ma mengaku menikmati masa kecilnya. Dalam beberapa kesempatan, dia juga menceritakan keakrabannya dengan kegagalan.

“Ada ujian bagi anak muda untuk masuk ke universitas. Aku gagal tiga kali. Aku memang banyak gagal. Aku mendaftar 30 pekerjaan dan ditolak semua. Aku pernah melamar jadi polisi dan dibilang kamu kurang bagus,” katanya dalam wawancara dengan Bloomberg.

“Aku bahkan melamar ke KFC ketika mereka buka di kotaku. Ada 24 orang yang melamar pekerjaan di sana. 23 orang diterima. Akulah satu-satunya yang gagal,” tambah Ma.

“Ketika berusia 12 tahun, aku tertarik berbahasa Inggris. Aku bersepeda 40 menit setiap hari, baik hujan ataupun salju, selama 8 tahun ke sebuah hotel dekat kota Hangzhou. China membuka diri dan banyak turis asing datang. Aku jadi tour guide gratis mereka dan mengajak ke mana-mana,” kisah Ma.

Kegagalan tak membuatnya mundur, ia malah berkeinginan membuka usaha sendiri. “Impianku adalah memulai perusahaan e-commerce sendiri. Di 1998, aku mengumpulkan orang di apartemenku dan berbicara sekitar 2 jam pada mereka mengenai visiku. Setiap orang menaruh uangnya di meja dan kami mendapat USD 60 ribu untuk mengawali Alibaba. Aku ingin punya perusahaan global, jadi aku memilih nama Alibaba yang mudah diucapkan dan dikenal di mana-mana,” katanya.

Alibaba sempat mengalami masa-masa sukar. “Aku menyebut Alibaba 1.001 kesalahan. Kami berekspansi terlalu cepat dan kemudian, saat dot-com bubble, kami harus melakukan PHK. Di 2002, kami hanya punya cukup uang untuk bertahan selama 18 bulan. Kami punya banyak anggota di situs kami dan kami tidak tahu bagaimana menghasilkan uang,”

“Ilmu yang kupelajari dari zaman kegelapan di Alibaba adalah kita harus membuat tim kita memiliki nilai, inovasi dan visi. Juga, jika kalian tak menyerah, kalian masih punya kesempatan. Dan ketika kalian masih kecil, kalian harus sangat fokus dan bergantung pada otak, bukan otot,” kata dia tentang perjuangannya.

Tonton juga: Kontroversi Kebijakan Jack Ma Soal Jam Kerja 996

[Gambas:Video 20detik]

(fyk/krs)