Menlu China: Perlakuan Pada Huawei Tak Adil dan Imoral

Roma – Pemerintah China terus membela Huawei. Kali ini, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menyatakan bahwa penggunaan kekuatan negara untuk mendiskreditkan sebuah bisnis resmi adalah tidak fair dan juga imoral.

“Mempetimbangkan niat politik dan manipulasi di belakangnya, hal itu menjadi semakin tidak bisa diterima,” kata dia yang dikutip detikINET dari South China Morning Post.

Wang memang tak menyebut nama Huawei, tapi tentu perusahaan asal China itu yang ia singgung. Huawei tengah menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan sekutunya karena dicurigai sebagai alat mata-mata China.

“Tentu tiap negara berhak melindungi keamanan informasi mereka, namun mereka tidak bisa menggunakan keamanan sebagai alasan untuk merusak atau bahkan mencekik operasi bisnis yang resmi,” tandasnya.

“Perusahaan hanyalah perusahaan dan kelangsungan serta perkembangan perusahaan harus ditentukan oleh kompetisi pasar. Apa yang dilakukan pemerintah adalah menyediakan mereka lingkungan bisnis yang adil dan transparan,” lanjut Wang dalam kunjungannya ke Roma.

Huawei telah dilarang menggelar layanan 5G oleh pemerintah AS, Australia dan Selandia Baru. Berita terkini menyebutkan operator besar Vodafone di Inggris menunda pembelian perangkat Huawei di jaringan intinya di Eropa.

Huawei saat ini masih penyedia infrastruktur terbesar di dunia, di atas Ericsson dan Nokia. Di Eropa, pangsa pasar mereka mencapai 35%.

(fyk/fyk)