Pendiri Alibaba Kecam Amerika yang Gencet Huawei

Hong Kong – Perlakuan Amerika Serikat pada Huawei dikecam oleh salah seorang pendiri Alibaba. Joe Tsai yang sekarang menjabat Executive Vice Chairman raksasa e-commerce itu menyatakan AS sangat tidak adil dalam mencekal Huawei dan motivasinya adalah politik.

“Saya pikir apa yang dilakukan oleh pemerintah Amerika bersama aliansi Five Eyes, apa yang coba mereka lakukan pada Huawei, sedikit tidak adil, tentu ada agenda politis di baliknya,” kata Tsai yang dikutip detikINET dari Reuters.

Five Eyes sendiri adalah gabungan intelijen AS, Kanada, Inggris, Australia dan Selandia Baru. Mereka ini yang paling getol mengkampanyekan bahwa Huawei adalah alat spionase pemerintah China.

AS, Australia dan Selandia Baru telah membatasi penggunaan perangkat Huawei, khususnya di jaringan 5G. Sedangkan Kanada menangkap Chief Financial Officer Huawei, Meng Wanzhou, atas permintaan AS. AS dan China sendiri terlibat perang dagang sengit di mana Huawai tempaknya menjadi korban.

“Presiden Trump mungkin memulainya dengan fokus untuk memperbaiki defisit perdagangan. Namun dalam 9 bulan ke belakang malah meledak menjadi masalah anti China yang membesar. Hal ini mengkhawatirkan semua orang,” kata Tsai.

Alibaba sendiri memang sangat mengkritisi perang dagang itu, di mana sang Chairman, Jack Ma, belum lama ini mengatakannya sebagai hal terbodoh di dunia. Alibaba yang pernah berjanji menciptakan sejuta lapapangan kerja di AS pun mundur teratur karena perang dagang itu.

Tsai menyatakan regulator AS mempersulit investasi Alibaba sehingga mereka akan mengalihkannya ke negara lain. Tahun lalu, pemerintah AS juga menolak upaya akuisisi Ant Financial, perusahaan milik Ma, yang ingin mencaplok MoneyGram International dengan alasan keamanan.

Di sisi lain Tsai menambahkan orang tak perlu cemas berlebihan terhadap perekonomian China. Secara fundamental, konsumen di China sangat kuat dan konsumsi di negara itu tetap akan tumbuh dalam 5 sampai 10 tahun ke depan. (fyk/mon)