Sedang Masa Tenang Pemilu 2019, Mesin Ais Libur Nggak?

Jakarta – Hadirnya masa tenang Pemilu 2019 rupanya tak bikin mesin Ais, alat sensor konten-konten negatif khususnya hoax di internet, “santai-santai”. Apa aktivitasnya?

Masa tenang Pemilu 2019 sudah berlangsung sejak Minggu (14/4) kemarin sampai dengan Selasa (16/4), alias satu hari menjelang masa pencoblosan. Pada saat Pemilu 2019, mesin Ais rencananya digeber habis-habisan.

Pun demikian, tak berarti mesin Ais diliburkan pada masa tenang. “Oh, nggak libur, mesinnya tetap jalan terus,” ungkap Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Semuel Abrijani Pangerapan.

Mesin alat sensor internet senilai Rp 211 miliar itu tetap dioperasikan dalam mengais konten-konten negatif yang beredar di dunia maya, khususnya hoax yang berkaitan dengan Pemilu 2019.

Selain itu, Kominfo juga mulai mengerahkan tambahan sumber daya manusia. Mereka telah membentuk tim khusus untuk pemilu. Mengenai tambahan orang di tim khusus pemilu ini, Semuel menyebutkan ada peningkatan dua kali lipat dari sebelumnya.

“Untuk orang yang klarifikasi atau validasi dari temuan kontennya itu yang ditambahkan. Kita ada tim yang nanti temuan itu kirim ke Bawaslu untuk diklarifikasi sebelum di-take down,” tuturnya.

Berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) 23/2018, selama masa tenang peserta pemilu pada intinya dilarang berkampanye dalam bentuk apapun. Masa tenang berlangsung selama tiga hari sebelum hari dan tanggal pemungutan suara.

Masa kampanye peserta Pemilu 2019 telah dimulai sejak September 2018. Terhitung hingga April 2019, para peserta pemilu, yaitu capres-cawapres dan caleg DPR/DPRD/DPD berkampanye selama 7 bulan.

(agt/krs)