Smartphone Jadi Pintu Masuk Orang Indonesia ke Internet

JakartaSmartphone jadi andalan utama pengguna internet Indonesia untuk berselancar di dunia maya. Begitu hasil survei terbaru yang dilaporkan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

Di 2018, APJII menemukan ada pertumbuhan jumlah pengguna internet, dari yang sebelumnya 143,26 juta menjadi 171,17 juta. Itu artinya, dari total populasi penduduk RI, 64,8% diantaranya terhubung ke internet.

“Sekarang orang akses internet lewat mana? perhatikan bagan biru artinya tidak pernah. Jadi, jarang sekali orang akses internet lewat komputer desktop. Komputer laptop itu lebih turun sedikit. Tapi, kalau bicara smartphone hampir setiap hari akses internet,” ungkap Sekjen APJII Henri Kasyfi Soemartono di Jakarta.

Smartphone Jadi Pintu Masuk Orang Indonesia ke InternetFoto: APJII

Lantas, dalam tiga bulan terakhir, bagaimana cara pengguna internet Indonesia ini bisa terhubung ke internet? kebanyakan dari mereka menjawab karena menggunakan paket data dari operator seluler. Cara ini jauh lebih unggul dibanding paket internet fixed di rumah, WiFi di ruang publik, maupun warnet.

Orang Indonesia membutuhkan waktu rata-rata lebih dari tiga jam dalam menggunakan internet setiap harinya. Ini memperlihatkan bagaimana cukup ketergantungan untuk terus terkoneksi dengan dunia maya.

Smartphone Jadi Pintu Masuk Orang Indonesia ke InternetFoto: APJII

Adapun mayoritas dari pengguna internet Indonesia ini juga sudah memanfaatkan internet 2-3 tahun, yaitu sampai 13,8%. Sedangkan yang pakai internet 1-2 tahun dan 5-6 tahun masing-masing persentasenya 12,7% dan 10,7%.

Dari segi umur, ternyata dari usia 15-19 tahun mempunyai penetrasi paling tinggi hingga mencapai 91%. Kelompok umur yang paling mendominasi profil pengguna internet Indonesia 2018.

Diketahui, milenial merupakan kelompok orang yang lahir pada awal tahun 1980-an hingga awal 2000-an. Usia milenial lainnya yang merajai posisi teratas lainnya soal pengguna internet RI ini, yaitu 20-24 tahun dengan penetrasi 88,5%.

Kemudian di bawahnya ada kelompok umur 25-29 tahun dengan penetrasi 82,7%, kelompok umur 30-34 tahun dengan penetrasi 76,5%, dan kelompok umur 35-39 tahun dengan penetrasi 68,5%. (agt/krs)