Tahun Politik, Instansi Pemerintah Harus Tingkatkan Keamanan Siber

Jakarta – Pada tahun politik, bukan tak mungkin ada aktor jahat yang berusaha memanfaatkan celah di instansi yang lalai dalam menjaga keamanan jaringannya. Hal ini biasanya dilakukan oleh pihak asing yang ingin memengaruhi hasil pemilihan umum (pemilu).

Menurut Country Director Palo Alto Network Indonesia Surung Sinamo hal ini lumrah terjadi, seperti yang dialami Amerika Serikat saat pemilu 2016. Ia menambahkan hal yang sama bisa saja terjadi di Indonesia.

“Menurut saya itu akan terjadi, itu standar ya,” ujar Surung saat ditemui di kantor Palo Alto Network Indonesia di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (8/2/2019).

“Menurut saya instansi atau agency terkait memang harus lebih ekstra. Namanya juga tahun politik, mereka harus lebih berjaga-jaga,” katanya menambahkan.

Meski demikian, Surung menjelaskan bahwa dengan menggunakan teknologi atau perangkat yang paling baru dan canggih tidak cukup untuk meningkatkan keamanan siber. Teknologi untuk menjamin keamanan infrastruktur jaringan hanyalah satu dari beberapa pilar penting yang harus dilakukan instansi pemerintah untuk meningkatkan keamanan siber.

Menurut Surung, kesadaran publik akan ancaman siber lebih penting untuk ditingkatkan. Ia pun menyarankan pendidikan tentang ancaman terhadap keamanan siber harus diajarkan sejak bangku sekolah, setidaknya untuk memberikan pengetahuan dasar terhadap ancaman siber.

“Banyak sekali orang download malware karena dia nggak aware. Setiap link yang dikirim ke dia langsung diklik. Jadi people perlu di-educate,” ucap Surung menjelaskan.

“Karena kita semuanya sudah connected tapi kita masih nggak tau dos and don’ts-nya,” pungkasnya.

(vim/krs)