Teknologi Go-Food Lebih Superior, Omzet UMKM Melesat

Jakarta – Berdasarkan hasil riset yang dikeluarkan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), para pengusaha usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menobatkan pelayanan Go-Food dari Go-Jek sebagai mitra bisnis yang paling menguntungkan secara omzet.

“Brand awareness Go-Food yang telah terbangun dengan baik di mata pelanggan membuat para UMKM semakin yakin usaha mereka bisa berkembang dengan Go-Food. Tidak hanya itu, aspek teknologi Go-Food yang dinilai lebih superior juga menambah keyakinan dan kepercayaan UMKM terhadap layanan pesan antar-makanan ini,” ujar Wakil Kepala LD FEB UI, Paksi C.K. Walandouw dalam keterangan tertulis, Selasa (23/4/2019).

Riset yang bertajuk “Dampak Go-Jek terhadap Perekonomian Indonesia pada Tahun 2018” itu dilakukan kepada 1.000 mitra UMKM Go-Food di 9 kota besar di Indonesia. Paksi juga mengatakan bahwa selain menguntungkan, Go-Food turut berkontribusi terhadap peningkatan volume transaksi hingga kenaikan klasifikasi omzet usaha.

“Peningkatan klasifikasi omzet usaha menunjukkan UMKM yang bergabung dengan Go-Food mengalami perluasan pasar dan naik kelas seperti dari mikro ke kecil, dari kecil ke menengah. Dengan UMKM yang naik kelas dan usahanya membesar, maka mereka bisa menyerap tenaga kerja dan menyumbang lebih banyak kepada ekonomi daerah atau nasional,” tambah Paksi.

Terbukti dari hasil riset, 55% responden UMKM mengalami kenaikan klasifikasi omzet dari sejak mereka gabung Go-Food. Sementara itu, 72% responden UMKM mengalami kenaikan klasifikasi omzet setelah mereka menggunakan aplikasi khusus manajemen merchant Go-Food, dan 93% responden UMKM mengalami peningkatan volume transaksi setelah mereka menggunakan aplikasi khusus manajemen merchant Go-Food.

“Temuan ini mengindikasikan teknologi manajemen merchant menjadi kunci mengakselerasi pertumbuhan dan daya saing UMKM di era digital. Dalam menumbuhkan bisnis UMKM tidak cukup hanya membantu mereka memperluas pasar, tetapi juga harus membangun ekosistem untuk perkembangan UMKM. Ini yang kami lihat dilakukan oleh Go-Jek dengan teknologi yang ditawarkan yang dianggap responden cukup lengkap dari hulu ke hilir,” tambah Paksi.

Tambahan riset yang dilakukan IDN times turut mendukung data tersebut. Riset ini menyebut Go-Jek sebagai aplikasi pesan antar yang sering dipakai dan Go-Jek menguasai 75% permintaan pasar dibandingkan layanan pengantaran online lain yang hanya 21%.

Sementara itu, di acara Mitra Juara Go-Jek pada 11 April lalu Global CEO Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan bahwa teknologi yang diusung Go-Jek mampu menciptakan pasar yang lebih luas.

“Teknologi Go-Jek memberi akses langsung terhadap pasar yang lebih luas. Teknologi menciptakan lapangan kerja di Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, pemilik Piacevole Coffee di Medan Kevin Wen juga merasakan manfaat dari keberadaan Go-Food. Saat ditemui di acara Mitra Juara Go-Jek, Kevin menyatakan sangat senang karena Go-Jek membantu banyak orang yang mungkin selama ini menjadi pengangguran atau memiliki keterbatasan ekonomi.

“Pastinya semua jadi lebih berani untuk memulai usaha semenjak adanya Go-Jek,” ujarnya.

(ega/fyk)